Head Unit Android dan Head Unit Non-Android

02 Jul 2021, 09:37:15 WIB By Nabila Daeng In Head Unit | View : 982

80Head unit andro vs non andro.jpeg

Hiburan di mobil untuk menemani perjalanan Audiolovers, ternyata memang sudah difikirkan oleh para pendahulu kita. Masuknya radio mobil pada 1922 di Amerika menjadi ujung tombak produsen menciptakan car entertainment. Bahkan kecanggihan teknologi saat ini, menempatkan audio mobil sebagai investasi cukup bergengsi.

Meningkatnya permintaan pasar, pada akhirnya melahirkan beragam jenis perangkat audio sebagai penunjang hiburan selama berkendara. Mulai dari speaker, subwoofer, tweeter, amplifier, dan lainnya termasuk head unit. Head unit sendiri telah banyak berevolusi sepanjang dekade hingga sekarang.

Sejak Motorola menawarkan radio mobil pertamanya, butuh beberapa dekade hingga akhirnya Sistem Musik On-Demand muncul pada tahun 1950-an. Long story short, tahun 1990-an kehadiran head unit yang mampu membaca CD-RW dan memainkan file MP3 mulai berkembang. Fungsionalitas DVD juga muncul di beberapa kendaraan high-end dan head unit aftermarket. Kecanggihan teknologi otomotif ini, memungkinkan head unit mampu melakukan panggilan hands-free dan sistem navigasi. 2011 head unit mulai memamerkan fitur musik streaming, video, dan lainnya yang dapat terhubung ke layanan internet.

Faktanya, sistem yang ditawarkan head unit bawaan mobil ternyata masih belum memenuhi keinginan para penggunanya. Maka pada tahun 2014 produsen mulai berinovasi menawarkan head unit berbasis android dan ternyata meledak disukai pasar. Kemudahan dalam mengakses berbagai informasi dan hiburan modern seperti layaknya smartphone, tersematkan dalam layar sentuh head unit android. Para produsen juga telah membagi head unit sesuai preferensi konsumen, yang saat ini bisa kita nikmati, yaitu head unit android dan head unit non-android.

Head unit non-android telah lebih dulu hadir sebelum para produsen meracik head unit android. Menariknya, pengguna old school masih menjadikan head unit mainstream yang kebanyakan adalah non-android, sebagai sarana hiburan di mobil mereka. Dinilai memiliki brand value, komponen terbaik, hingga kualitas suara lebih ciamik, hal ini membuktikan bahwa head unit non-android masih sulit digeser keberadaannya.

Lalu, apakah keunggulan dari head unit android mampu menyingkirkan head unit non-android?

Berikut Media Audio sajikan keunggulan dan kelemahan dari head unit android & non-android.

 

Keunggulan Head Unit Android

-          Bisa menambahkan aplikasi sesuai preferensi pengguna, karena sudah tersedia Playstore di dalamnya.

-          Memutar file video dengan hasil maksimal.

-          Online navigation.

-          Streaming On-Demand.

-          Konektivitas internet menggunakan Wifi.

-          Hiburan layaknya fitur smartphone.

-          Ada slot SIM Card.

 

Keunggulan Head Unit Non-Android

-          Brand Value.

-          Kualitas audio lebih baik karena watt lebih besar.

-          Konektivitas internet menggunakan Mirrorlink.

-     Tidak perlu melakukan update software pada HU. Karena, HU difungsikan hanya sebagai layar. Sehingga, software di update melalui smartphone. Alias, tidak ribet.

 

Kelemahan Head Unit Android

-          Harga lebih mahal.

-          Koneksi terpatas pada ponsel yang mempunyai sistem iOS atau Symbian.

-          Update software pada HU lebih susah.

-          Sistem android dikenal sering melakukan update software. Apabila software out of date, maka sistem pasti akan terganggu.

 

Kelemahan Head Unit Non-Android

-          Hanya bisa terkoneksi android dengan OS versi Gingerbread.

-          Aplikasi tidak sefleksibel android.

 

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook