- Sebulan Jelang Mudik Lebaran, Teknologi Hybrid SHS Dinilai Jadi Opsi Paling Fleksibel Hadapi Macet d
- JAECOO J5 EV Jadi Model SUV EV Terlaris di Indonesia, Perkuat Momentum Awal Tahun 2026
- JAECOO J7 SHS-P dan Evolusi Elektrifikasi: Kendaraan Hybrid sebagai Opsi Strategis untuk Indonesia
- Awali 2026 dengan Tren Positif Pasar Nasional, BYD Perkuat Strategi Ekspansi Portofolio EV Sesuai Ke
- Arsitektur Kendaraan Listrik BYD dalam Menembus Batas Mobilitas Masa Depan: Integrasi Kecerdasan Tek
- Kehadiran Robot Humanoid AiMOGA di Booth JAECOO Bikin Pengunjung IIMS 2026 Penasaran
- JAECOO J5 EV Jadi “Kanvas” Modifikasi, Konsumen Diajak Berkreasi Rancang Mobil Listrik di IIMS 2
- JAECOO Kenalkan Program Co-Creation J5 EV di IIMS 2026, Ajak Konsumen Tentukan Mobil Ideal Versi Mer
- Satu Tahun di Indonesia, JAECOO Mantapkan Diri Sebagai Brand SUV Premium yang Tumbuh Cepat Lewat Tek
- Bebas Range Anxiety, JAECOO J5 EV Jadi Solusi Perjalanan Jauh
Grand Opening BBS With Pengepul Mobil: 27 Mobil Sudah Menunggu Antrian
Jumat (9/9) - Best Buddy Shop (BBS), Pengepul Mobil, dan Ronald Safar (Pehobi Audio) baru saja meresmikan workshop audio mobil miliknya di Ruko Greenville Blok AS No. 34 AB. Workshop audio ini mereka beri nama BBS With Pengepul Mobil. Kolaborasi antara tuner (Ko Afung), pemilik modifikasi mobil (Jacki), dan Technical Advisor Audio sekaligus pehobi audio (Ronald Safar) merupakan hal menarik di BBS With Pengepul Mobil. Terbukti, belum genap satu hari grand opening, tercatat sudah 27 mobil menunggu antrian di workshop ini.
Afung menyebut bahwa instalasi harus menyesuaikan kualitas dirinya dan tuning sebaik-baiknya. Terkesan idealis, tapi ini merupakan strategi yang juga ia jalankan di Best Buddy Shop (BBS) Sunter miliknya, yang kini terus meningkat di usia ke-lima tahunnya. “Instalasi saya gak bisa ditawar (dengan pakem standar instalasi terbaik). Kalau customer mau murah, tapi instalasi asal saya juga gak mau, karena akan banyak masalah ke depannya. Pertama, nama baik saya, ke dua sistem akan lebih rusak, akan banyak complain terus,” jelasnya.

BBS With Pengepul Mobil melayani sistem audio daily use dengan proyeksi mobil menginap tidak lebih dari satu hari. Hal ini tentu berbeda dengan BBS di Sunter, yang melayani audio dengan sistem lebih rumit dan detail. Afung tentu berharap akan memberikan service terbaik untuk teman-teman pehobi dan customer car audio. “Saya tentu juga ingin industri car audio ini maju, kita maju bersama lah di sini dengan teman-teman yang lain,” sautnya.

Dari sisi pehobi audio yang juga ikut membangun BBS With Pengepul Mobil, Ronald Safar, memandang bisnis audio mobil di Indonesia cukup menjanjikan. Sering kali menjadi advisor audio mobil di BBS Sunter, ia melihat bahwa workshop tersebut seringkali menolak customer karena demand sangat tinggi dan workshop selalu penuh. Covid-19 telah menciptakan hobi baru untuk masyarakat, salah satunya adalah audio mobil.
Hal ini tentu dimanfaatkan Ronald Safar sebagai peluang menciptakan workshop audio bersama Afung dan Jack. “Dari audio untuk audio. Saya dulu sering kali mengeluarkan banyak uang untuk audio. Kali ini saya mau ada pemasukan di audio. Tapi tentu saja nanti uang itu akan saya keluarkan lagi untuk mendevelop audio mobil yang lebih baik,” ujar Ronald Safar yang sudah sejak 1997 menekuni dunia audio mobil.
Ke depannya, ia menyebut akan membuat Brand Audio sendiri. Kita tunggu saja yaa, terobosan apalagi yang akan diciptakan oleh BBS with Pengepul Mobil.










.jpg)




.jpg)
 BYD ATTO 3 Harbour Grey (2).jpg)
 (1).jpg)