- Sebulan Jelang Mudik Lebaran, Teknologi Hybrid SHS Dinilai Jadi Opsi Paling Fleksibel Hadapi Macet d
- JAECOO J5 EV Jadi Model SUV EV Terlaris di Indonesia, Perkuat Momentum Awal Tahun 2026
- JAECOO J7 SHS-P dan Evolusi Elektrifikasi: Kendaraan Hybrid sebagai Opsi Strategis untuk Indonesia
- Awali 2026 dengan Tren Positif Pasar Nasional, BYD Perkuat Strategi Ekspansi Portofolio EV Sesuai Ke
- Arsitektur Kendaraan Listrik BYD dalam Menembus Batas Mobilitas Masa Depan: Integrasi Kecerdasan Tek
- Kehadiran Robot Humanoid AiMOGA di Booth JAECOO Bikin Pengunjung IIMS 2026 Penasaran
- JAECOO J5 EV Jadi “Kanvas” Modifikasi, Konsumen Diajak Berkreasi Rancang Mobil Listrik di IIMS 2
- JAECOO Kenalkan Program Co-Creation J5 EV di IIMS 2026, Ajak Konsumen Tentukan Mobil Ideal Versi Mer
- Satu Tahun di Indonesia, JAECOO Mantapkan Diri Sebagai Brand SUV Premium yang Tumbuh Cepat Lewat Tek
- Bebas Range Anxiety, JAECOO J5 EV Jadi Solusi Perjalanan Jauh
Waspada Microsleep! Ternyata Musik Bisa Jadi Obat Ngantuk Saat Berkendara
Di era modern ini, berkendara menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan banyak orang. Tak jarang, perjalanan diiringi alunan musik favorit bisa jadi teman berkendara dalam mengusir rasa bosan.
Nah Audiolovers, tau gak kalau mendengarkan musik saat mengemudi ternyata memiliki manfaat lain yang tak kalah penting?
Salah satu manfaat utama adalah membantu melawan rasa kantuk dan bahaya microsleep. Di mana, microsleep adalah kondisi di mana seseorang tertidur sejenak tanpa disadari, saat mengemudi. Hal ini tentu sangat berbahaya dan mengancam keselamatan pengemudi, penumpang, dan pengguna jalan lainnya.

Menurut Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), microsleep dapat dikenali dengan beberapa gejala, seperti kesulitan menjaga mata tetap terbuka, sering menguap, dan sulit fokus. "Microsleep bisa terjadi tanpa peringatan, terutama jika pengemudi sangat lelah," paparnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa beberapa faktor yang meningkatkan risiko microsleep adalah kurang tidur, mengemudi di malam hari, atau perjalanan panjang tanpa istirahat. "Microsleep bukan hanya membahayakan pengemudi, tetapi juga penumpang dan pengguna jalan lainnya," tegasnya.
Lantas, bagaimana cara mencegah microsleep selain mendengarkan musik?
Sony pun memberikan beberapa tips penting. Pertama, pastikan kamu telah mendapatkan tidur yang cukup sebelum mengemudi. Bila rasa kantuk mulai menyerang, segera menepilah dan beristirahatlah sejenak. Tidur singkat selama 15-20 menit dirasa cukup untuk mengatasi microsleep.
Selain itu, penting untuk mengenali batas kemampuan diri. "Jangan paksakan diri jika sudah merasa sangat lelah. Keselamatan Anda dan orang lain di jalan lebih penting daripada tiba tepat waktu," tutupnya.
Dengan memahami gejala microsleep dan menerapkan langkah pencegahan, pengemudi dapat menjaga keselamatan di jalan dan mengurangi risiko kecelakaan.










.jpg)




.jpg)
 BYD ATTO 3 Harbour Grey (2).jpg)
 (1).jpg)