- Sebulan Jelang Mudik Lebaran, Teknologi Hybrid SHS Dinilai Jadi Opsi Paling Fleksibel Hadapi Macet d
- JAECOO J5 EV Jadi Model SUV EV Terlaris di Indonesia, Perkuat Momentum Awal Tahun 2026
- JAECOO J7 SHS-P dan Evolusi Elektrifikasi: Kendaraan Hybrid sebagai Opsi Strategis untuk Indonesia
- Awali 2026 dengan Tren Positif Pasar Nasional, BYD Perkuat Strategi Ekspansi Portofolio EV Sesuai Ke
- Arsitektur Kendaraan Listrik BYD dalam Menembus Batas Mobilitas Masa Depan: Integrasi Kecerdasan Tek
- Kehadiran Robot Humanoid AiMOGA di Booth JAECOO Bikin Pengunjung IIMS 2026 Penasaran
- JAECOO J5 EV Jadi “Kanvas” Modifikasi, Konsumen Diajak Berkreasi Rancang Mobil Listrik di IIMS 2
- JAECOO Kenalkan Program Co-Creation J5 EV di IIMS 2026, Ajak Konsumen Tentukan Mobil Ideal Versi Mer
- Satu Tahun di Indonesia, JAECOO Mantapkan Diri Sebagai Brand SUV Premium yang Tumbuh Cepat Lewat Tek
- Bebas Range Anxiety, JAECOO J5 EV Jadi Solusi Perjalanan Jauh
Awas! Mobil Jarang Dipakai Bisa Berakibat Fatal, Dari Audio Rusak Hingga Aki Tekor
Mobil memang menawarkan kemudahan dan fleksibilitas dalam bermobilitas. Namun, kesibukan dan berbagai alasan lainnya terkadang membuat mobil tidak selalu digunakan secara rutin.
Mobil yang jarang dipakai bukan hanya berdebu, tapi juga berpotensi mengalami kerusakan. Lama kelamaan, berbagai komponen mobil bisa mengalami penurunan performa dan bahkan kerusakan serius jika tidak dirawat dengan baik. Berikut beberapa dampak negatif yang bisa terjadi jika mobil jarang dipakai:
1. Rusaknya Sistem Audio
Komponen audio seperti speaker dan head unit rentan mengalami kerusakan jika mobil tidak digunakan dalam waktu lama. Debu dan kotoran yang bertebaran di dalam kabin bisa masuk melalui celah-celah head unit dan menyumbat speaker. Hal ini, tentu akan menggangu kinerja komponen tersebut.

2. Ban Kempes dan Deformasi
Ban yang tidak digunakan dalam waktu lama akan kehilangan tekanan anginnya. Hal ini dapat menyebabkan ban menjadi kempes dan bahkan mengalami deformasi. Deformasi ban dapat membuat mobil tidak stabil saat di jalan dan meningkatkan risiko kecelakaan.
3. Korosi pada Rem dan Bodi Mobil
Sistem rem mobil yang jarang digunakan juga rentan berkarat. Karat pada komponen rem dapat mengganggu kinerja pengereman dan membuat mobil tidak aman untuk dikendarai. Sama seperti komponen lainnya, bodi mobil juga bisa berkarat jika jarang digunakan. Paparan air hujan dan udara lembab tanpa perawatan yang memadai dapat menyebabkan karat muncul di berbagai bagian bodi mobil.

4. Mesin Berkerak dan Deposit Oli
Mesin mobil yang jarang digunakan dapat mengalami kerak dan deposit oli. Hal ini terjadi karena oli yang tidak mengalir, sehingga mesin tersumbat dan membuatnya tidak optimal.
5. Aki Tekor
Aki mobil merupakan komponen penting yang menyimpan dan mengalirkan energi listrik. Bagi pemilik mobil yang jarang bepergian, aki tekor menjadi ancaman utama. Mobil yang jarang dipakai tidak memungkinkan aki mendapatkan daya untuk mengisi ulang, sehingga lama kelamaan akan tekor dan menyebabkan mobil tidak bisa dihidupkan dan komponen kelistrikan lainnya mati.











.jpg)




.jpg)
 BYD ATTO 3 Harbour Grey (2).jpg)
 (1).jpg)