- Sebulan Jelang Mudik Lebaran, Teknologi Hybrid SHS Dinilai Jadi Opsi Paling Fleksibel Hadapi Macet d
- JAECOO J5 EV Jadi Model SUV EV Terlaris di Indonesia, Perkuat Momentum Awal Tahun 2026
- JAECOO J7 SHS-P dan Evolusi Elektrifikasi: Kendaraan Hybrid sebagai Opsi Strategis untuk Indonesia
- Awali 2026 dengan Tren Positif Pasar Nasional, BYD Perkuat Strategi Ekspansi Portofolio EV Sesuai Ke
- Arsitektur Kendaraan Listrik BYD dalam Menembus Batas Mobilitas Masa Depan: Integrasi Kecerdasan Tek
- Kehadiran Robot Humanoid AiMOGA di Booth JAECOO Bikin Pengunjung IIMS 2026 Penasaran
- JAECOO J5 EV Jadi “Kanvas” Modifikasi, Konsumen Diajak Berkreasi Rancang Mobil Listrik di IIMS 2
- JAECOO Kenalkan Program Co-Creation J5 EV di IIMS 2026, Ajak Konsumen Tentukan Mobil Ideal Versi Mer
- Satu Tahun di Indonesia, JAECOO Mantapkan Diri Sebagai Brand SUV Premium yang Tumbuh Cepat Lewat Tek
- Bebas Range Anxiety, JAECOO J5 EV Jadi Solusi Perjalanan Jauh
Buka Puasa Bersama Genetic-Foss Indonesia dengan Media
Pada hari Rabu (29/06/2016), PT. Center Audio selaku pemegang merk Genetic dan Foss di Indonesia mengundang para awak media untuk melakukan kegiatan buka bersama di salah satu Restaurant Seafood di daerah Cengkareng
Pada kesempatan ini pula PT. Center Audio sekaligus memperkenalkan Digital Signal Processor (DSP) terbaru yaitu DSP Foss Z One.

Menurut Erwin Sugiharto, instalatur yg meriset DSP Foss ini memaparkan DSP melakukan fungsi crossover untuk memilah signal yang disesuaikan dengan area kerja masing masing speakernya. Melakukan fungsi equalizer untuk meratakan signal akibat pengaruh akustik di dalam ruang mobil. Kemudian melakukan fungsi time alignment untuk mengatur keberangkan signal agar datang berbarengan sampai di telinga dari masing masing speakernya. Untuk DSP Foss Z One sendiri menyediakan fitur delay dengan resolusi waktu 0,02 milisecond setiap step delaynya.Nilai 0,02 milisecond ini jauh memperbaiki teknologi time delay sebelumnya. Boleh jadi ini teknologi DSP sekarang yang lebih akurat dari generasi teknologi DSP sebelumnya.
Lebih lanjut dipaparkan, bahwa teknologi DSP yang sebelumnya menyediakan piranti equalizer 8 penyetelan yg terbagi dalam 8 band rentang frekuensi yang fixed, dimana dalam setiap band kita hanya boleh melakukan penyetelan satu kali saja. Jelasnya, dalam audible area dari 20 Hz hingga 20 kHz dibagi dalam 8 band, di mana dalam setiap band kita hanya boleh melakukan EQ cuma sekali. Apabila ada dua bagian yang mesti di EQ dalam satu band frekuensi, maka karena jatah meng EQ hanya sekali, terpaksa di bagian yg semestinya di EQ menjadi tidak di EQ.

Teknologi DSP Foss memberikan solusi jitu untuk para instalatur untuk memaksimalkan kualitas suara. DSP Foss Z One menyediakan fasilitas penyetelan hingga 16 kali, namun rentang frekuensi penyetelan boleh dimana saja, sesuka sukanya. Ini yang dahsyat. "Fasilitas equalizer yang liberal ini sanagat menarik. Kita dapat mengequalkan signal pada frekuensi berapapun, tinggal mengetiknya. Ini lompatan teknologi luar biasa. Teknologi DSP terbaru ini memungkinkan penyetelan dapat mencapai maksimal karena reproduksi suara yang tidak equal di frekuensi yang berdekatan dapat di koreksi. DSP sebelumnya tidak mampu melakukannya. Itu kesaktiannya," ungkap Erwin.







.jpg)




.jpg)
 BYD ATTO 3 Harbour Grey (2).jpg)
 (1).jpg)