- DAIHATSU GELAR PENGUNDIAN PROGRAM DAIFEST 2025 DI IIMS 2026 JAKARTA
- Tantang Berbagai Rintangan, iCAR V23 Tunjukkan Kemampuan Nyata di Chery x iCAR Adventure Park IIMS 2
- LEPAS L8 Hadirkan First Public Driving Experience di IIMS 2026, Mengajak Konsumen Indonesia Menjadi
- BYD Hadirkan Terobosan Teknologi Terbaru di IIMS 2026, Mendorong Kemajuan Otomotif Menuju Mobilitas
- Diperkenalkan di IIMS 2026, ATTO 3 Advanced Plus Lengkapi Pilihan EV BYD di Indonesia
- Booth BYD di IIMS 2026 Menyatukan Eksplorasi Teknologi EV dan Interaksi Bersama Komunitas Pengguna B
- Daihatsu Perkuat Kepuasan Pelanggan Melalui Kontes Nasional
- Penyebab Audio Mobil yang Rusak
- Penyebab Audio Mobil Rusak dan Cara Pencegahannya
- Tips Merawat Speaker Mobil Agar Suara Tetap Jernih
Membedakan Amplifier Berdasarkan Kelasnya
Mediaaudio.id - Jika Anda suka bermain audio mobil, mungkin Anda familiar dengan pembagian kelas pada amplifier. Walau sejatinya seluruh amplifier mobil memiliki fungsi yang sama dan beroperasi dengan proses dasar yang sama, namun bukan berarti setiap kelas amplifier diciptakan sama. Masing-masing kelas memiliki keunggulan dan kekurangan, tergantung kegunaannya.
Pada akarnya, hanya ada dua pembagian jenis amplifier, analog dan switching, namun dari dua jenis ini dibagi lagi menjadi belasan kelas. Nah, dari sekian banyak kelas, hanya ada 4 kelas yang lazim digunakan dalam sistem audio mobil termasuk kelas A, B, AB dan D. Berikut penjelasannya.
1. Class A Amplifier
Amplifier class A didesain khusus dengan internal sirkuit yang memampukan arus mengalir terus melalui output transistor, sehingga amplifier jenis ini sering disebut amplifier ‘always on’. Alhasil, ia mampu menghadirkan clean output, rendah distorsi, dan high fidelity. Namun sayang, amplifier jenis ini berukuran cukup besar, boros daya dan mudah panas.
2. Class B Amplifier
Tak seperti, amplifier kelas A yang always on, ampli class B memiliki sirkuit di dalamnya yang memungkinkan output transistor mati saat tidak ada sinyal audio yang diproses. Tentunya ini berimbas pada tingginya keefisienan daya, sangat cocok untuk racikan audio mobil harian, walau dari kualitas hantaran arus tak semantap class A.
3. Class AB Amplifier
Kelas amplifier ini adalah kelas hybrid, gabungan dari A dan B. Walaupun, pada amplifier kelas AB ini arus terus mengalir melalui transistor, tapi ada sebuah sirkuit khusus di dalamnya yang bertugas untuk mengurangi aliran arus saat tak ada sinyal audio. Hasilnya, lebih efisien secara tenaga, tapi lebih minim distorsi daripada amplifier kelas B.
4. Class D Amplifier
Jika tiga kelas amplifier di atas menganut sistim analog, class D adalah salah satu jenis amplifier switched yang kerap digunakan di sistem audio mobil. Sirkuit yang tertanam pada amplifier jenis ini bisa menyalakan dan mematikan arus ke transistor dengan sangat cepat. Nah, akibat proses nyala-mati ini otomatis timbul gelombang distorsi di frekuensi tinggi tapi tidak berpengaruh di frekuensi rendah. Jadi Amplifier ini cocok untuk men-drive subwoofer, tapi juga kerap digunakan pada full range.








.jpg)




.jpg)
.jpg)
 (2).jpg)
.jpg)